9 am to 5 pm

Monday to Friday

Kawasan Bisnis Granadha 12B Fl

Jl. Jend Sudirman Kav 50, Jakarta

(021) 25539388

cs@krproperty.id

Compare Listings

Apakah aman membeli rumah lelang

  • October 7, 2018
  • Hukum
  • 0
Apakah aman membeli rumah lelang

Ya, sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung. Hal ini bisa dibaca di dalam putusan Mahkamah Agung RI No. 1068 K/Pdt/2008 Tanggal 21 Januari 2009 yang dapat diakses ringkasannya di website kepaniteraan Mahkamah Agung disini yang mana menyebutkan bahwa “…lelang yang telah dilakukan berdasarkan adanya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tidak dapat dibatalkan;”

dan

“…pembeli lelang yang beritikad baik oleh karena itu harus dilindungi, karena lelang didasarkan pada putusan yang berkekuatan hukum tetap, sehingga lelang tersebut adalah benar;”

Lebih jauh lagi putusan Mahkamah Agung itu juga menegaskan bahwa apabila debitur itu hendak menggugat asetnya yang dilelang oleh bank maka itu tidak dapat membatalkan hak pembeli/pemenang lelang. Putusan MahkamahAgung menyatakan  “bahwa kalau kemudian ada putusan yang bertentangan dengan putusan yang berkekuatan hukum tetap, dan menyatakan putusan berkekuatan hukum tetap tidak mengikat, maka tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk membatalkan lelang. Yang dapat dilakukan yang bersangkutan adalah menuntut ganti rugi atas obyek sengketa dari Pemohon lelang;”

Yurisprudensi Mahkamah Agung ini dengan demikian memberikan kepastian hukum kepada pembeli lelang yang beritikad baik bahwa haknya dilindungi oleh hukum. 

Dalam penjelasan sebelumnya sudah ditegaskan bahwa pihak  pemenang lelang adalah pihak yang kini berhak atas obyek lelang tersebut dan haknya itu memiliki kepastian hukum. 

Apabila penghuni obyek lelang itu tidak mau keluar maka pihak pemenang lelang tinggal mengajukan surat ke Ketua Pengadilan Negeri untuk melakukan eksekusi pengosongan atas obyek lelang tersebut tanpa harus melalui gugatan-gugatan terlebih dahulu. Hal ini dijelaskan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung no. 4 tahun 2014 sebagaimana yang bisa dilihat disini yang mengatakan bahwa “terhadap pelelangan hak tanggungan oleh kreditur sendiri melalui kantor lelang, apabila terlelang tidak mau mengosongkan obyek lelang, eksekusi pengosongan dapat langsung diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri tanpa melalui gugatan

Jadi tanpa perlu harus dilalui oleh gugatan. Selanjutnya jurusita pengadilanlah yang akan melaksanakan proses eksekusi tersebut. Apabila pihak penghuni obyek lelang hendak melawan petugas eksekusi maka mereka dapat dipidana sesuai pasal 212 KUHP  “Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang – undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum karena perlawanan dengan hukuman penjara selama – lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak – banyaknya Rp 4500.”

Akan tetapi dalam praktek ada cara-cara dimana pengosongan bisa dilakukan dengan cara kesukarelaan dari penghuni obyek lelang seperti melalui pemberian uang kerohiman dan cara-cara lainnya.  Silahkan hubungi konsultan anda untuk informasi lebih lanjut.

Yang pasti adalah pihak pemenang lelang yang beritikad baik adalah pihak yang dilindungi oleh hukum dan memiliki kepastian hukum akan haknya terhadap obyek lelang tersebut. 

Disclaimer : Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai nasehat hukum dan regulasi bisa saja diperbarui dari waktu ke waktu. Silahkan hubungi penasihat hukum anda untuk relevansi dari setiap regulasi dengan konteks yang anda alami. 

Related posts

Buying Property In Indonesia

Can foreigners buy property in Indonesia? Yes, as long as they can fulfil these 3 criteria. Read more here.

Continue reading

Tanpa izin broker diancam 4 tahun penjara

Tanpa izin, broker properti diancam pidana 4 tahun penjara. Pastikan kantor properti anda telah memiliki (SIU-P4).

Continue reading