9 am to 6 pm

Monday to Saturday

Jl. Kyai Caringin 12B Cideng

Jakarta Pusat, 10150

(021) 27899526

cs@krproperty.id

Compare Listings

“Saya nggak butuh-butuh amat untuk jual”

“Saya nggak butuh-butuh amat untuk jual”

Seringkali ketika saya pergi bertemu klien yang hendak menjual propertinya, di ujung presentasi, sang pemilik berkata, “Ya Vin, saya nggak butuh-butuh amat untuk jual sebenarnya.” Setelah saya berbicara panjang lebar tentang analisis pasar, tentang berapa banyak properti sejenis yang ada di pasar, tentang berapa harga kompetitornya, dan tentang berapa harga penjualan sebenarnya dalam 6 bulan terakhir, benteng terakhir sang pemilik yang seringkali saya temui adalah “saya nggak butuh-butuh amat untuk jual sebenarnya.”

Adalah hal yang umum jikalau kita mendapati pemilik properti yang mengambil posisi “hmm, unit saya lebih baik” atau “ada orang lain yang rumahnya lebih jelek dari saya tetapi dia buka harga lebih tinggi” atau “ini adalah kelebihan rumah saya….” Dan seandainya kita bersikukuh bahwa harga yang diberikan oleh pemilik itu tetap masih terlalu tinggi, kita harus menghadapi pernyataan “tidak butuh-butuh amat untuk jual” itu.

Menghadapi situasi seperti ini, pertanyaan yang saya suka ajukan dalam banyak kesempatan adalah, “kalau begitu, kenapa mau dijual ya Pak?”.

Dan anda bisa tebak jawaban umumnya adalah “Saya mau jual kalau harganya bagus saja deh”.

Saya menerjemahkan pernyataan ini sebagai : jikalau saya bisa mendapatkan seseorang yang sangat-sangat kaya, yang tidak tahu bagaimana menggunakan internet sehingga tidak bisa mengecek harga pasar di Google, atau yang begitu emosional dan pemikir pendek sehingga begitu melihat properti tersebut dia bersedia mengambil berapapun harga yang diminta oleh pemilik, maka baru saya bisa menjual properti itu.

Ups…

Kenyataannya

Jual beli adalah proses menemukan perspektif dari kedua belah pihak yang berseberangan namun saling membutuhkan sehingga mereka memiliki kesamaan pandangan akan nilai dan harga dari objek yang diperjualbelikan itu. Namun bagaimanpun juga pembelian properti tetap adalah sebuah pembelian dengan menggunakan uang besar, sehingga orang yang paling less educated sekalipun selalu melakukan risetnya sendiri terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Faktanya adalah bukan hanya pemilik yang memiliki daftar setiap kelebihan dari propertinya, sang pembeli juga memiliki daftarnya sendiri, sederet alasan untuk tidak membeli properti tersebut di harga ini. Apakah properti ini masih bisa naik? Apakah saya membeli di saat dimana harganya sudah stucktidak bergerak? Apakah properti ini memang gampang disewakan? Berapa lama waktu tunggunya? Apakah memang tidak ada properti lain yang lebih murah? Dan sederet pertanyaan-pertanyaan lainnya yang bisa menunda seorang pembeli untuk mengambil keputusan. Dan pembeli rasional itu selalu memperhatikan harga-harga di internet sebelum memutuskan sesuatu.

Itu sebabnya memasang harga terlalu tinggi adalah sebuah perjudian. Dan juga seringkali itu adalah utopia karena itu sama saja kita mengharapkan adanya pembeli yang cukup bodoh untuk membeli dengan harga di atas harga wajar.

Memasang harga terlalu tinggi adalah sebuah perjudian.

Kenyataan menyedihkannya adalah seringkali hasil akhir dari pemilik yang meminta dengan harga tinggi di awal, harus menerima penawaran dengan harga pasar setelah enam bulan atau satu tahun kemudian.

Harga yang sebenarnya dia sudah terima dari enam bulan atau mungkin satu tahun sebelumnya. Kerugian ini sebenarnya bisa dicegah jikalau pemilik ini bisa mengetahui valuasi yang wajar dan ekspektasi yang realistis tentang propertinya.

img

Alvin Alexander

Alvin Alexander, alumni SMA Taruna Nusantara, adalah CEO dari KR Property Indonesia, anggota dari National Association of Realtors USA dan saat ini menjabat sebagai wakil bidang Hukum dan Kode Etik Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPD DKI Jakarta.

Related posts

Tips membeli properti di Australia

Pelajari tips dan cara-cara membeli properti di Australia ini dulu sebelum anda melakukan pembelian.

Continue reading
KR Property Team
by KR Property Team

Apakah saya harus membeli atau menyewa rumah?

Membeli atau menyewa rumah ? Belum tentu membeli. Kita harus menghitung "user costs" membeli rumah dan membandingkannya dengan harga sewa.

Continue reading
KR Property Team
by KR Property Team

Ini 4 alasan membeli properti di luar negeri

Mau tahu tentang investasi di luar negeri? Ini 4 alasan membeli properti di luar negeri yang perlu anda pertimbangkan.

Continue reading
KR Property Team
by KR Property Team